Site Loader
Rock Street, San Francisco

BAB I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  Latar Belakang

Mencerdaskan kehidupan
bangsa merupakan salah satu tujuan dari berdirinya Negara Kesatuan Republik
Indonesia, dimana pada masa kini pendidikan merupakan hak dasar yang perlu
dimiliki oleh tiap manusia. Dalam menjalankan berbagai aspek kehidupan,
pendidikan memegang peranan penting dalam menjalankan hal-hal tersebut. Segala
riset, penelitian, dan implementasi dari ilmu-ilmu dalam dunia pendidikan,
harus menyesuaikan dengan keadaan dan situasi sosial yang ada di masyarakat.
Sebab, pendidikan adalah sebuah hal yang tidak pernah selesai sampai kapanpun,
dan akan terus berjalan selaras dengan perkembangan zaman. Pendidikan telah ada
sejak dahulu kala, dan tetap terus berkembang dengan sejalan dengan sikap
manusia yang cenderung kreatif dan inovatif.

Guna mencapai pendidikan
yang berkualitas, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan usaha, seperti
mengalokasikan 20% dari APBN untuk bidang Pendidikan. Pemerintah juga telah
melakukan peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru,
menyalurkan dana BOS, menggalakan Kartu Indonesia Pintar, serta pembangunan
sarana dan prasarana pendidikan. Kesemua hal tersebut, dilakukan sebagai usaha
dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Di kancah internasional,
berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan untuk semua (Education for All
Development Index, EDI) di tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat ke-57 dari
115 negara. Menurut laporan program pembangunan PBB(Perserikatan Bangsa-Bangsa)
tahun 2015, Indonesia berada di peringkat 110 dari 187 negara dalam hal Indeks
Pembangunan Manusia, dimana Indonesia memiliki skor sebesar 0,684. Angka
tersebut menjadikan Indonesia tertinggal dari dua negara ASEAN, yaitu Singapura
yang berada di peringkat 11 dan Malaysia yang menduduki peringkat 62. Sedangkan
menurut laporan dari UNESCO Education For All Global Monitoring Report yang
dirilis tahun 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 120 negara dalam
hal kualitas pendidikan.

            Dalam ajaran agama Kristen, Alkitab menjelaskan dalam
Kitab Ulangan Pasal 6 ayat 7, menjelaskan bahwa Pendidikan harus dilaksanakan
berulang-ulang, dan proses ini dapat dilakukan dalam segala waktu. Tentu
pendidikan yang baik merupakan suatu kewajiban yang selain merupakan tujuan
negara, hal ini juga merupakan amanat dari ajaran agama, dimana dalam hal ini
dalam ajaran agama Kristen.

Berdasarkan hal-hal
diatas, maka Pemerintah akan menjadikan Pendidikan sebagai konsentrasi utama
dalam usaha Pembangunan Manusia. Mewujudkan Pendidikan Berkualitas merupakan
suatu hal penting yang perlu dilaksanakan dengan bekerjasama dengan berbagai
pihak yang terkait.

 

1.2  Rumusan
Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1.       
Bagaimana Iman Kristen memandang pentingnya pendidikan
yang berkualitas?

2.       
Apa tujuan dari pendidikan berkualitas?

3.       
Bagaimana cara mewujudkan Pendidikan Berkualitas?

 

1.3  Tujuan

Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah :

1.       
Mengetahui
pengertian dari Pendidikan Berkualitas

2.       
Mengetahui
pandangan Agama Kristen terhadap pentingnya Pendidikan

3.       
Mengidentifikasi
cara dalam mewujudkan Pendidikan Berkualitas

 

1.4  Manfaat

1.    Menambah wawasan pembaca mengenai pentingnya Pendidikan
Berkualitas

2.    Memahami perspektif iman Kristen terhadap Pendidikan Berkualitas

3.    Menjadi penerapan teori yang telah diterima selama perkuliahan
TPB

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1  Pengertian
Pendidikan

Pendidikan menurut Undang-Undang
nomor 20 Tahun 2003, dapat diartikan sebagai ikhtiar agar peserta didik dapat
mengembangkan kemampuan dirinya, dalam hal keagamaan, kepribadian, moralitas
yang baik, pengendalian diri, serta berbagai kemampuan lainnya yang dibtuhkan oleh
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.. 
H. Horne mendefinisikan pendidikan sebagai suatu proses yang tidak akan
pernah berakhir, dan juga merupakan sebagai bentuk penyesuaian diri manusia.

2.2  Pengertian
Agama

Agama ialah sebuah ajaran
atau sistem yang mengatur tata cara peribadatan kepada Tuhan dan hubungan antar
manusia. Secara bahasa, Agama berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu a yang berarti
tidak, dan gama yang berarti kacau. Agama diharapkan akan mengatur kehidupan
agar dapat berjalan teratur. Hal yang dapat diberikan oleh Agama kepada umatnya
ialah dengan penanaman nilai-nilai kebaikan, yang jika diamalkan dengan baik,
maka akan mendapat upah dari sang Pencipta. Perbuatan baik juga dapat
menghadirkan suasana yang rukun diantara sesama umat manusia. Apabila manusia
tidak melakukan perbuatan baik, maka Sang Pencipta akan memberikan
hukuman/sanksi, sesuai dengan tindakan manusia tersebut.

 

2.3  Pengertian
Kekrristenan

      Kristen
merupakan sebuah agama yang bermula dari pengajaran Yesus Kristus, dimana Ia
merupakan seorang putra dari Bunda Maria, dan Yesus berasal dari Roh Kudus.
Iman Kristen percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat umat
manusia, dimana Ia telah mati disalibkan, dan Ia bangkit dari kematianNya pada
hari yang ketiga seusai kematianNya. Empat puluh hari setelah kebangkitanNya,
Ia naik ke Surga untuk duduk disebelah kanan Allah Bapa. Iman Kristen juga
percaya bahwa dalam suatu hari, Yesus Kristus akan kembali datang ke dunia ini,
untuk menghakimi orang-orang yang hidup dan orang-orang yang telah mati, dan Ia
juga akan mengaruniakan kehidupan kekal bagi para pengikut yang taat kepadaNya.

 

2.4  Pengertian
Alkitab

Alkitab adalah sebutan
untuk sekumpulan naskah yang dipandang suci dalam Kekristenan. Alkitab
merupakan Firman Allah yang diilhamkanNya kepada manusia, dengan berbagai latar
belakang dan profesi. Berdasarkan 2 Timotius 3:16, Alkitab memiliki beberapa
fungsi utama dalam mengatur kehidupan umat Kristen sehari-hari. Alkitab terdiri
atas 2 bagian utama, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama
ditulis sebelum kelahiran Yesus Kristus, sedangkan Perjanjian Baru ditulis
semenjak kelahiran Yesus Kristus. Perjanjian Lama terdiri atas 39 kitab,
sementara Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1  Pandangan
Iman Kristen Mengenai Pendidikan Berkualitas

Berdasarkan Amsal 1:7,
yaitu “Takut akan Tuhan adalah permulaan
pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”. Ayat ini
menekankan bahwa Takut akan Tuhan merupakan awal dari sebuah proses pendidikan.
Ayat ini dapat menggambarkan bahwa sebelum manusia mengenal berbagai ilmu
pengetahuan, maka ia perlu terlebih dahulu untuk menghormati siapa penciptanya.
Segala proses dalam pendidikan, sudah sewajibnya diarahkan kepada Tuhan. Allah
juga telah memfirmnkan hal tentang pendidikan kepada nabi Musa dalam kitab Ulangan
6:6-7. Berdasarkan kutipan ayat tersebut, Pendidikan yang baik ialah pendidikan
yang tidak pernah berhenti, dan dilaksanakan dimanapun ia berada. Pendidikan
yang baik, tidak bisa berhenti hanya di satu sisi saja, melainkan harus tetap
memiliki kontinuitas yang baik. Berdasarkan Amsal 22:6, mengisyaratkan bahwa pendidikan
yang baik, selain dapat memperluas wawasan pengetahuan bagi kita, tetapi
apabila generasi muda dididik dengan materi dan teknik yang tepat, maka hal itu
akan menjadi pegangan yang kuat baginya, hingga dimasa tuanya ia tidak akan
menyimpang, dari hal-hal yang telah dipelajarinya. Dalam surat dari Paulus
kepada muridnya Timotius, dalam 2 Timotius 2:15, intinya ialah pendidikan yang
baik juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk melayakan diri kita di hadapan
Tuhan. Melayakan disini dapat diartikan bahwa kita telah sadar dengan kesalahan
kita di masa lalu, dan kita telah memperbaiki kesalahan tersebut.

      Pendidikan
yang berkualitas tentu merupakan harapan bagi kita sebagai umatNya. Pendidikan
yang baik akan memperlengkapi kita guna menjalani kehidupan. Pendidikan yang baik
akan menjadikan kita sebagai pribadi yang dewasa dan memiliki wawasan yang
luas, tetapi yang paling utama dari itu, ialah menjadikan kita sebagai pribadi
yang Takut akan Tuhan. Upaya mendidik merupakan salah satu bentuk pelayanan
kita terhadap Tuhan, dan juga sebagai wujud sikap mengasihi antar sesama
manusia.

 

3.2  Tujuan
Pendidikan Berkualitas

Pendidikan berkualitas akan menghasilkan berbagai
manusia-manusia baru yang diperlengkapi dengan ilmu dan pengetahuan yang baik,
selain itu berikut tujuan dari Pendidikan Berkualitas, antara lain:

1.     
Membentuk
insan yang sempurna

Pendidikan yang  baik tentu akan berusaha untuk menciptakan
insan baru yang tidak hanya sehat secara ragawinya, melainkan diperlengkapi
dengan kemampuan yang  baik dan memiliki
moral yang terpuji.

2.     
Mewujudkan
salah satu Tujuan Negara

Dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, dijelaskan bahwa salah satu Tujuan Negara Indonesia
ialah untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Dalam upaya mewujudkan salah satu
tujuan negara ini, maka perlu adanya Pendidikan yang berkualitas.

3.     
Meningkatkan
Keimanan pada Tuhan

Pendidikan yang baik akan
menjadikan kita sebagai manusia yang semakin dekat kepada Tuhan, dan menyadari
bahwa Ialah yang menjadi sumber segala ilmu yang dipelajari.

4.     
Menambah
Pengalaman bagi Peserta Didik

Pendidikan yang baik tentu
tidak hanya berkutat pada pemahaman Teori semata, melainkan memiliki kegiatan
Praktik yang tentu akan bermanfaat langsung dalam penerapan ilmu di kehidupan
sehari-hari.

 

 

3.3  Cara
Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Pendidikan yang
berkualitas dapat diwujudkan melalui penyusunan kurikulum yang sesuai dengan
kondisi dan tantangan perubahan zaman, tanpa melupakan nilai-nilai yang
terkandung dalam ajaran agama. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah perlu
adanya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, seperti adanya sertifikasi
dan tunjangan bagi profesi guru. Sarana dan Prasarana pendidikan juga perlu
diperhatikan lebih lanjut, seperti perlu adanya renovasi sekolah dan penyediaan
kebutuhan pendidikan lainnya. Terdapat ketimpangan infrastruktur pendidikan di
Pulau Jawa dengan pulau lainnya di Indonesia, dimana hal ini tentu menjadi
sebuah hal yang menyebabkan ketertinggalan pendidikan di wilayah lain di
Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, bahwa masih banyak guru yang belum sejahtera,
masih banyak sekolah yang sudah tidak layak lagi digunakan, hingga anak-anak
sekolah yang bertaruh nyawa demi bersekolah. Hal ini merupakan hal-hal yang
harus dibenahi oleh pemerintah. Tentu dalam mewujudkan hal ini, tidak bis
ditekankan hanya pada satu pihak saja, melainkan perlu adanya kolaborasi dari
berbagai pihak yang memiliki kepentingan untuk menyukseskan program dalam
mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

4.1             
Simpulan

Pendidikan dimasa kini
sudah menjadi hak mendasar di dalam nilai kehidupan manusia. Pendidikan tidak
bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia, dan pendidikan memiliki banyak
pengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari. Pendidikan yang baik menurut
Alkitab, haruslah dilaksanakan berulang-ulang, dan didasari oleh sikap Takut
akan Tuhan. Pendidikan yang baik akan membentuk kita menjadi manusia dengan
akhlak yang baik, sehingga kita tidak akan menyimpang dari apa yang dipelajari.
Upaya mendidik juga dapat diartikan sebagai bentuk pelayanan kita kepada Tuhan,
dan wujud mengasihi sesama manusia. Pendidikan bertujuan untuk menciptakan
insan baru yang sempurna, sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan negara, serta
untuk meningkatkan keimanan kita pada Tuhan. Dalam mewujudkan Pendidikan yang
berkualitas diperlukan kurikulum yang baik, pengajar yang sejahtera dan
memiliki kemampuan yang baik, serta ditunjang oleh sarana dan prasarana
pendidikan yang memadai.

4.2             
Saran

Pendidikan Berkualitas
tidak akan dapat terwujud tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak, sebagai anak
Tuhan, kita harus mendoakan dan membantu upaya ini agar berhasil, dengan cara
mengajar dan terus mengembangkan diri kearah yang lebih baik. Bagi Pemerintah,
harus dimiliki sebuah Kurikulum yang berkelanjutan dan sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan zaman. Pemerintah juga perlu untuk memperhatikan
kondisi sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah tertinggal. Selain
itu, pemerintah juga dapat memberikan bantuan keuangan bagi para peserta didik
yang secara ekonomi kurang mampu. Selain itu, Pemerintah juga perlu untuk
meningkatkan kesejahteraaan guru dan tenaga pendidik lainnya, karena merekalah
yang bersentuhan langsung dengan para peserta didik di lapangan.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Jeremy!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out